Tampilkan postingan dengan label Semester3. Tampilkan semua postingan


ROUTING FUNDAMENTAL

ROUTING PROTOCOL

Router Memilih Jalur Terbaik 

• Router menggunakan protokol routing statis dan dinamis untuk melakukan remote dan membangun tabel routing mereka. 
• Router menggunakan tabel routing untuk menentukan jalur terbaik untuk mengirim paket.


Jalur terbaik yang dipilih oleh routing protokol ialah berdasarkan nilai atau metrik yang digunakan untuk menentukan jarak untuk mencapai jaringan: 
o Metrik adalah nilai yang digunakan untuk mengukur jarak ke jaringan tertentu. 
o Jalur terbaik ke jaringan adalah jalan dengan metrik terendah 

Protokol routing dinamis menggunakan aturan dan metrik mereka sendiri untuk membangun dan memperbarui tabel routing: 
o Routing Information Protocol (RIP) – Hop Count 
o Open Shortext Path First (OSPF) - Berdasarkan bandwidth kumulatif dari sumber ke tujuan 
o Enhanced Interior Gateway Routing Protocl (EIGRP) - Bandwidth, delay, load dan reliability


LOAD BALANCING 

Ketika router memiliki dua atau lebih jalur ke tujuan dengan metrik yang sama, maka router meneruskan paket menggunakan kedua jalur yang sama: 
o Load balancing dapat meningkatkan kinerja jaringan. 
o Load balancing dapat dikonfigurasi untuk menggunakan kedua protokol routing dinamis dan statis.


ROUTING STATIC 

Routing static dan default routing static dapat dilakukan setelah interface yang terkoneksi ditambahkan ke dalam table routing: 
o Routing static dikonfigurasi secara manual. 
o Routing static harus diperbarui secara manual jika topologi berubah. 
o Mengkonfigurasi Routing static ke dalam jaringan tertentu menggunakan perintah ip route network mask {next-hop-ip | exit-intf}. 
o Mengkonfigurasi default routing static menggunakan perintah ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 {exit-Iintf | next-hop-ip}

DEFAULT ROUTING STATIC


ROUTING DINAMIS 

• Routing dinamis digunakan oleh router untuk berbagi informasi tentang reachability dan status jaringan jarak jauh. 
• Digunakan untuk memelihara dan memperbaharui tabel routing mereka secara otomatis.

PROTOKOL ROUTING DINAMIS IPv4 

Router Cisco dapat mendukung berbagai protokol routing dinamis IPv4 termasuk: 
EIGRP – Enhanced Interior Gateway Routing Protocol 
OSPF – Open Shortest Pat First 
IS-IS – Intermediate System-to-Intermediate System 
RIP - Routing Information Protocol


PROTOKOL ROUTING DINAMIS IPv6 

Router Cisco dapat mendukung berbagai protokol routing dinamis IPv6 termasuk: 
RIPng (RIP generasi berikutnya) 
OSPFv3 
EIGRP untuk IPv6





SEVEN LAYERS OSI


Layer OSI
OSI (Open Source Interconnection) 7 Layer Model


Physical Layer 
Tujuan dari Physical Layer untuk Menguhubungkan ke Lapisan Data Link


Data Link Layer 

Data Link Sublayer 
• LLC berkomunikasi dengan lapisan jaringan 
• MAC mendefinisikn media akses proses 

Standar Data Link Layer 
• IEEE 
• ITU 
• ISO 
• ANSI


Network Layer 
Protokol Network Layer 

• IPv4 
• IPv6

Transport Layer 

• Peran Transport Layer 
– Membangun komunikasi antara dua aplikasi dan memberikan data di antara mereka. 
– Memberikan dukungan aliran data, kontrol Flow, Multiplexing 

• Keandalan Transport Layer 
– Dua protokol yang tersedia: TCP dan UDP. 
– TCP mendukung kehandalan sementara UDP tidak.

• TCP biasanya digunakan untuk, 
Database 
Web Browser 
 Mail, dll 

• UDP 
 Live Audio 
Video Streaming 
Voip, dll

Application, Presentation, Session 

• Application Layer 
– Lapisan yang paling dekat kepada pengguna. 
– Yang termasuk Protokol Application Layer adalah: HTTP, FTP, TFTP, DNS. 

• Presentation dan Session Layer 
– Format data, kompres dan mengenkripsi data 
– Umumnya digunakan untuk video termasuk QuickTime dan Motion Picture Experts Group (MPEG). 
– Format gambar grafis umum adalah: GIF, JPEG dan PNG 
– Session Layer menciptakan dan mempertahankan dialog antara sumber dan tujuan aplikasi.

Application Layer Protocol 
IP Address 

Domain Name Service 
– Dengan menggunakan DNS Server membuat alamat IP lebih mudah di hapal. 
– Komputer masih memerlukan alamat numerik yang sebenarnya sebelum mereka dapat berkomunikasi. 
– Protokol DNS memungkinkan untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah domain.

Dynamic Host Configuration Protocol 
– Jaringan komputer memerlukan informasi IP address untuk berkomunikasi melalui jaringan. 
– DHCP memungkinkan untuk memberikan IP address secara otomatis. 
– DHCP mendukung IPv4 dan mendukung DHCPv6 IPv6.

DHCP Server


DHCP Client 
Untuk mendapatkan service DHCP server. Pastikan Client memilih IP Configuration DHCP




ROUTING

Router merupakan komputer khusus yang memiliki komponen yang diperlukan untuk beroperasi, komponen yang diperlukan pada router adalah: 
• Central Processing Unit (CPU) 
• Sistem operasi (OS) - Router menggunakan Cisco IOS 
• Memori dan penyimpanan (RAM, ROM, NVRAM, Flash, hard drive)

Router bertanggung jawab untuk melakukan routing lalu lintas antar jaringan


MEMORI ROUTER

KONFIGURASI ROUTER CISCO 
Pengaturan Awal 

Langkah-langkah Konfigurasi 
 Mengkonfigurasi nama perangkat 
 Mengamankan EXEC mode 
 Mengamankan mode privilege EXEC 
 Mengamankan jalur vty 
 Mengamankan semua password 
 Memberikan notifikasi banner 
 Menyimpan konfigurasi

Konfigurasi Interface

Verifikasi Konfigurasi Interface 
Show iproute 
- Menampilkan isi dari tabel routing IPv4 yang disimpan di RAM. 
Show interfaces 
- Menampilkan statistik untuk semua interface pada perangkat. 
Show ip interface 
- Menampilkan statistik IPv4 untuk semua interface pada router.

GATEWAY 
Gateway (Gerbang Jaringan) adalah suatu perangkat yang menghubungkan jaringan komputer yang satu atau lebih jaringan komputer dengan media komunikasi yang berbeda sehinga informasi pada saat jaringan komputer di alihkan akan berbeda dengan media jaringan yang berbeda.



KONFIGURASI ROUTER CISCO 
Konfigurasi Default Gateway


Kegagalan Gateway untukSwitch 
 Sebuah default gateway diperlukan untuk jaringan komunikasi jarak jauh. 
 Jika interface harus dikelola melalui jalur vty, ia membutuhkan default gateway. 
 Menggunakan perintah ip default gateway untuk mengkonfigurasi gateway default untuk switch

Konfigurasi

Pada PC pilihlah terminal untuk melakukan akses ke Router menggunakan console



Konfigurasi Akses 

1. Memberikan nama pada Device 
2. Serta mengamankan perangkat

Untuk melihat konfigurasi password yang telah diberikan dapat menggunakan perintah “Jakarta#show run”

Enskripsi Password

Notifikasi Hukum / Banner







SWITCHING

Dari segi fungsi dasarnya, switch dibedakan menjadi Dua jenis yakni:
1. Switch unmanaged
2. Switch managed

PERBANDINGAN SWITCH
Manageable dan Unmanageable

Switch managed merupakan jenis switch yang memiliki fitur-fitur yang handal yang mampu mendukung kinerja switch dalam jaringan network komputer.

Switch unmanageable hanya memiliki kemampuan untuk meneruskan data saja dan tidak dapat melakukan pengaturan.

1. Instan/Simple
Switch Unmanage umumnya dapat langsung dipakai, tidak bisa di konfigurasi (plug and play), Sedangkan switch Manage bisa di konfigurasi dikarenakan umumnya memiliki IP Address.

2. Harga
Switch Unmanage umumnya lebih murah dari Switch Manage


DEVICE SUPPORT SWITCH MANAGEABLE


KONFIGURASI SISTEM OPERASI 
Akses Cisco IOS

1. Semua perangkat Cisco menggunakan IOS 

2. Metode akses Cisco IOS 
> Console 
> Auxilary 
> Virtual Terminal (Telnet/SSH) 

3. Program Emulation Terminal 
> Putty 
> Tera Term 
> SecureCRT




Perintah Dasar Cisco

1. User EXEC Mode / “(Switch> )” 
User EXEC Mode tidak mengijinkan user untuk melakukan perubahan konfigurasi pada perangkat. Serta User EXEC Mode hanya memiliki perintahperintah terbatas. Biasanya digunakan untuk melakukan monitoring atau view

2. Privileged EXEC Mode / “(Switch# )” 
Mode ini dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi pada perangkat

Perintah yang digunakan untuk berpindah dari User EXEC Mode ke Privileged EXEC Mode menggunakan “enable”


Perintah yang digunakan untuk berpindah dari Privileged EXEC Mode ke Mode Konfigurasi Global menggunakan “configure terminal”

Hostname

• Nama Perangkat 
> Nama host memungkinkan perangkat untuk diidentifkasi oleh Administrator jaringan 
> Sangat penting dan juga harus ditampilkan dalam pendokumentasian topologi 

• Konfigurasi Hostname 
> Dimulai dengan huruf, Tidak mengandung spasi 
> Dapat menggunakan huruf, angka atau tanda baca

Secure Access

• Mengamankan Akses Perangkat 
– Mengamankan akses privileged EXEC dan user EXEC. 

• Konfigurasi Sandi 
– Gunakan password yang kuat. 
– Hindari menggunakan password secara berulang

• Mengenkripsi password 
– Cisco IOS menampilkan password dalam teks biasa secara default. 
– Password harus dienkripsi.

– Untuk melihat konfigurasi secara keselurahan dapat menggunakan perintah “Switch# show run"

• Memberikan Banner 
– Kata-kata yang menyiratkan bahwa login adalah "selamat datang“. 
– Sering digunakan untuk pemberitahuan hukum karena ditampilkan ke semua terminal yang terhubung.


Menyimpan Konfigurasi

• Simpan Konfigurasi 
– File yang disimpan di NVRAM berisi semua perintah yang akan digunakan pada startup atau restart 
– NVRAM tidak kehilangan isinya saat perangkat dimatikan. 

• Mengubah konfigurasi 
– File yang disimpan dalam RAM mencerminkan konfigurasi saat ini. RAM kehilangan semua isinya saat perangkat dimatikan atau restart.

Port dan IP Address

Ket: 
Interface gigabitEthernet 0/0: digunakan untuk menentukan interface yang akan dikonfigurasi IP Address 
Ip address 192.168.10.1 255.255.255.0: digunakan untuk memasukan alamat IP Address terhadap interface yang telah ditentukan 
No shutdown: digunakan untuk mengaktifkan interace



• Konfigurasi IP Address Secara Manual Pada End Devices 
– Untuk mengkonfigurasi alamat IPv4 pada host Windows secara manual, buka Control Panel> Network Sharing Center> Change adapter settings dan pilih adapter yang akan digunakan. 
• Konfigurasi IP Address Secara Otomatis Pada End Devices 
– DHCP memungkinkan konfigurasi alamat IPv4 secara otomatis untuk setiap end devices. 
• Switch Virtual Interface Configuration 
– Untuk mengkonfigurasi SVI pada switch, menggunakan interface vlan 1




TOPOLOGI JARINGAN


DEFENISI TOPOLOGI JARINGAN

Topologi jaringan komputer merupakan suatu teknik untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan.

Setiap topologi jaringan komputer memiliki perbedaan:
1. Berbeda dari segi kecepatan pengiriman data
2. Biaya pembuatan
3. Serta kemudahan dalam proses maintenance nya.

Dan juga setiap jenis topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing


KLASIFIKASI TOPOLOGI JARINGAN

1. Physical Topology Topologi yang menggambarkan penempatan node jaringan dan koneksi fisik di antara jaringan komputer
2. Logical Topology Topologi yang menggambarkan jalur yang dilewati oleh sebuah paket data disaat mereka melalui suatu jaringan dan diatur oleh protokol yang digunakan oleh data tersebut
3. Signal Topology Menggambarkan jalur yang dilalui suatu sinyal disaat mereka melintasi jaringan.

JENIS-JENIS TOPOLOGI JARINGAN

1. Topologi Ring


2. Topologi Dual Ring

3. Topologi Bus


4. Topologi Star

5. Topologi Mesh

6. Topologi Tree

7. Topologi Hybrid




INSTALASI MEDIA TRANSMISI JARINGAN


PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA 

Terdapat beberapa alat yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer sederhana: 
1. Laptop / Komputer / End Device 
2. Media Transmisi 
3. Perangkat Jaringan


LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA 

Jaringan komputer sederhana, merupakan jaringan komputer yang terdiri dari dua atau beberapa komputer, dimana setiap station atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling berbagi (peer to peer). 



PERALATAN INSTALASI 
PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA 






CRIMPING TOOL 

 Memotong Kabel 

 Melepas Pembungkus Kabel 

 Memasang Konektor





PERALATAN INSTALASI 
PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA 








LAN TESTER

Melihat koneksi antar kabel, apakah pin-pin yang terkoneksi sesuai dengan konfigurasi . 







MEMBUAT KABEL 
STRAIGHT TROUGHT & CROSS OVER Kabel UTP: 


1. Menyiapkan kabel UTP 
2. Pastikan panjang kabel UTP sesuai dengan kebutuhan



LANGKAH - LANGKAH





1. Kupas kulit kabel sesuai dengan konektor rj45 




2. Pisahkan gelang-gelang warna








1. Susulan urutan warna sesuai dengan kebutuhan jaringan 
2. Pastikan urutan warna sesuai standar 
3. Dan pastikan pula ujung kabel dipotong sama rata






Jika urutan kabel telah sesuai dan dipotong sama rata, Maka masukanlah kabel UTP tersebut kedalam konektor













Rapatkan konektor menggunakan crimping tool














Uji konektifitas kabel UTP menggunakan LAN Tester
Copyright © 2013 Sulhansubs