Tampilkan postingan dengan label grafika. Tampilkan semua postingan

Contoh Soal UAS 
Mata Kuliah Grafika Komputer
STMIK Nusa Mandiri

1. Garis yang terpotong penuh oleh clipping window, disebut...


2. Menggunakan asusmsi titik pusat (0,0), lokasi asli dikalikan dengan besaran Sx pada sumbu x dan Sy pada sumbu y, merupakan metode informasi yang disebut...


3. Sebuah metoda untuk memanipulasi lokasi sebuah titik pada grafika komputer disebut...


4. Suatu metoda untuk hanya menampilkan garis pada area yang visible (terlihat) adalah...


5. Diketahui : Titik A(1,1);B(3,1);C(2,2). Ketiga titik tersebut diskalakan sebesar Sx=2 dan Sy=3. Dimana lokasi hasil pengskalaan (scalling) untuk titik C'...


6. Apa yang membedakan gambar 2 dimensi dengan 3 dimensi...


7. Dalam grafika komputer terdapat tiga macam atribut garis. Dibawah ini yang termasuk kedalam atribut garis adalah...


8. Diketahui : Titik A(1,1);B(3,1);C(2,2) ketiga titik tersebut diskalakan sebesar Sx=2 dan Sy=3. Dimana lokasi titik hasil pengskalaan (scalling) untuk titik B'


9. Ada beberapa teknik yang digunakan untuk melakukan proses clipping. Dibawah ini yang termasuk kedalam teknik clipping...


10. Sistem koordinat untuk menyatakan lokasi titik dilayar disebut...


11. Proyeksi dimana dua muka benda dipendekkan dalam ukuran yang sama disebut...


12. Garis yang terpotong  sebagian oleh clipping window disebut...


13. Suatu kondisi apabila dua pasang titik akhir dari sebuah garis dinyatakan  sebagai (x1,y1) dan (x2,y2) disebut...


14. Line clipping diproses dengan melakukan inside-outside test, berdasarkan tersebut garis dapat dikategorikan mennjadi 4 garis . Dibawah ini yang termasuk dalam jenis garisnya adalah...


15. Proyeksi dengan mata tegak lurus terhadap bidang proyeksi disebut...


16. Dalam menggambar lingkaran, kita dapat membagi titik-titik koordinatnya menjadi berapa kuadran...


17. Jika diketahui: Titik A(1,1);B(3,1);C(2,3). Tentukan lokasi titik yang baru setelah dilakukan transformasi pergeseran (2,3) dan kemudian penskalaan (3,3) untuk titik C'


18. Kumpulan dari titik-titik yang memiliki jarak dari titik pusat yang sama untuk semua titik disebut...


19. Perhatikan persamaan dibawah ini.
Q(x,y) = P(x,y)+Tr 
= P(x+Trx, y+Try)
persamaan diatas merupakan rumus umum untuk...


20. Jika diketahui titik A(3,2) digeser sejauh (4,3) dimana lokasi (titik) hasil pergeseran (A') nya...


21. Perhatikan persamaan berikut:
Mb = M1*M2*M3...*Mn
berdasarkan persamaan diatas, merupakan rumus umum dari...


22. Dalam mendapatkan titik-titik koordinat pembentuk lingkaran dengan algoritma bresenham, dikenal sebuah istilah pencerminan. Yang termasuk kedalam pencerminan dalam algoritma bresenham...


23. Semua garis paralel akan menghilang di titik-titik pusat proyeksi merupakan melakukan proyeksi dengan cara...


24. Dalam menggambar lingkaran dapat diselesaikan dengan beberapa rumus. Rumus menggambar lingkaran yang menggunakan tingkatan derajat disebut...


25. Bidang yang tersusun dari verteks (titik sudut) dan edge (garis penghubung setiap verteks) disebut...


26. Pernyataan dibawah ini yang termasuk kedalam macam proyeksi Oblique yaitu...


27. Dibawah ini yang bukan merupakan penerapan dari parametic surface...


28. Dibawah ini yang termasuk proyeksi orthographic dalam pandangan Axonometric adalah...


29. Metoda menggambarkan benda tiga dimensi pada bidang 2 dimensi disebut...


30. Diketaui : Titik A(1,1);B(3,1);C(2,2), ketiga titik tersebut diskalakan sebesar Sx=2 dan Sy=3. Dimana lokasi titik hasil penskalaan (scalling) untuk titik A'


31. Proses dengan melakukan inside-outside test, yaitu memeriksa kedua titik ujung dari garis disebut...


32. Perangkat lunak perenderan dan pemodelan tingkat rendah yang kuat adalah...


33. Dibawah ini adalah peralatan yang digunakan untuk menghasilkan lokasi titik-titik 3D secara langsung dengan menunjuk lokasi titik tersebut...


34. Proyeksi dimana 3 muka benda dipendekkan dalam ukuran yang sama, termasuk salah satu macam pandangan Axonometric yang disebut...


35. Dibawah ini terdapat tiga persoalan dalam mengolah benda tiga dimensi menggunakan komputer salah satunya adalah...


36.  Jika diketahui: Titik A(1,1);B(3,1);C(2,3). Tentukan lokasi titik yang baru setelah dilakukan transformasi pergeseran (2,3) dan kemudian penskalaan (3,3) untuk titik B'


37. Transformasi yang diterapkan pada bidang kartesian dua dimensi dengan sumbu x dan sumbu y disebut...


38. Proyeksi ini diperoleh dengan memberi nilai 0 salah satu koordinat sesuai dengan sumbu proyeksi nya disebut...


39. Dalam proses manipulasi lokasi sebuah titik pada grafika komputer, terdapat tiga teknik. Dibawah ini yang termasuk kedalam proses tersebut...


40. Pada OpenGL  terdapat klasifikasi fungsi. Virtual camera Control : turn function ON/OFF termasuk kedalam klasifikasi fungsi...


41. Garis yang tidak terlihat sepenuhnya / berada diluar clipping window disebut...


42. Nilai yang digunakan dalam kuadran I pada sumbu x dan y adalah...


43. Masing-masing kuadran dalam menggambar lingkaran, dipisahkan oleh sudut dengan nilai...


44. Memindahkan objek sepanjang garis lurus dari suatu lokasi koordinat tertentu kelokasi yang lain tanpa mengubah bentu objek disebut...


45. Proyeksi dengan mata berada di lokasi yang tidak dapat tegak lurus terhadap bidang proyeksi disebut...


46. Sedangkan menggambar lingkaran dengan membentuk semua titik berdasarkan titik pusat dengan penambahan semua jalur disekeliling lingkaran disebut...


47. Digunakan untuk menghasilkan benda-benda yang dapat direpresentasikan dalam rumus matematika, merupakan fungsi dari...


48. Jika diketahui : Titik A(1,1);B(3,1);C(2,3). Tentukan lokasi titik yang baru setelah dilakukan transformasi pergeseran (2,3) dan kemudia penskalaan (3,3) untuk titik A'...


49. Pada teknik clipping, terdapat algoritma dimana setiap titik ujung (endpoint) dari garis direpresentasikan kedalam 4 digit angka biner yang disebut region code disebut...


50. Proyeksi yang bergantung pada dua variabel lokasi mata dan bidang proyeksi disebut...


TRANSFORMASI 3 DIMENSI



2 Dimensi dan 3 DIMENSI 

 Apa yang membedakan 2 dimensi dengan 3 dimensi ? 
   2 Dimensi : Tinggi dan Lebar 
   3 Dimensi : Tinggi, Lebar dan Kedalaman 
 Kedalaman adalah jarak antara pemirsa (viewer) terhadap benda yang dia lihat

3 Dimensi 

 Bagaimana manusia memperoleh kesan kedalaman ? 
    Manusia mempunyai dua mata. 
    Kedua mata manusia mempunyai selisih sudut pandang 120o 
    Perbedaan sudut pandang tersebut membuat masingmasing mata memperoleh gambar yang berbeda untuk objek yang sama. 
    Perbedaan gambar diproses oleh otak sehingga kita memperoleh kesan 'kedalaman' atau jarak terhadap benda. 

 Percobaan : Tutup salah satu mata anda selama kurang lebih 2 hari dan anda akan mengetahui bahwa anda tidak dapat menentukan dengan mudah jarak antara anda dengan benda yang anda lihat


Sifat-sifat 3 dimensi 
 Setiap titik dalam 3 dimensi ditentukan oleh tiga posisi : 
    x : jarak titik tersebut terhadap sumbu x 
    y : jarak titik tersebut terhadap sumbu y 
    z : jarak titik tersebut terhadap sumbu z 
 Posisi sebuah titik dalam 3 dimensi dituliskan dalam bentuk (x,y,z)

 Bagaimana menggambarkan sumbu 3 dimensi ?

Benda 3 Dimensi dan komputer 
 Komputer dapat digunakan untuk mengolah benda tiga dimensi. 
 Ada tiga persoalan dalam mengolah benda tiga dimensi menggunakan komputer : 
   Pembuatan lokasi titik 3D 
   Manipulasi titik 3D 
   Transformasi titik 3D menjadi 2D

Pembuatan lokasi titik 3D 
 Proses yang digunakan untuk menghasilkan lokasi titik-titik 3D yang menunjukkan bentuk dari benda 3D 
 Ada 3 macam proses untuk menghasilkan lokasi titik 3D : 
    Penentuan langsung menggunakan peralatan seperti mouse3D, scanner3D berbagai peralatan lain 
    Menggunakan parametric surface 
    Menggunakan prosedur khusus seperti extrude dan surface of revolution.


Scanner 3D 

 Scanner 3D merupakan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan lokasi titik-titik 3D secara langsung dengan menunjuk lokasi titik tersebut. 
 Contoh peralatan : mouse, trackball, laser scanner dan sebagainya.


Parametric Surface 
 Digunakan untuk menghasilkan benda-benda yang dapat direpresentasikan dalam rumus matematika seperti : bola, donut, tabung, cone dan sebagainya

Extrude 
 Merupakan prosedur menghasilkan lokasi titik 3D dengan menarik titik-titik 2 dimensi ke satu arah tertentu.


Surface of Revolution 
 Prosedur untuk menghasilkan lokasi titik 3D dengan cara memutar profile pada sumbu putar
Reprsentasi Struktur data titik 3D 
 Titik 3D dapat disimpan sebagai : 
   Mesh 
   Rumus matematika 
   Titik profile

Mesh 
 Mesh merupakan kumpulan titik 3D yang saling dihubungkan. 
 Model yang dihasilkan disebut sebagai wireframe model 
 Permukaan benda (surface) diperoleh dengan menghubungkan titik-titik vertex baik dalam bentuk segiempat atau segitia. 
 Umumnya digunakan surface dalam bentuk segitiga karena bentuk segitiga akan selalu berada dalam keadaan planar (datar).

 Mesh dengan surface segi-empat disimpan sebagai record : 
Point3D = record 
x,y,z:real; 
end; 
  Mesh = record jumvertex,jumedge:integer; 
  vertex : array [1..1000] of Point3D; 
  edge : array[1..1000,1..2] of integer; 
end;



Proses Komputer 3D


PROYEKSI

 Proyeksi adalah metoda menggambarkan benda tiga dimensi pada bidang 2 dimensi. 

 Ada 2 cara melakukan proyeksi : 
      Proyeksi paralel : Semua garis paralel akan tampak paralel pada bidang proyeksi. 
      Proyeksi perspektif : Semua garis paralel akan menghilang di titik pusat proyeksi.


PROYEKSI PARALEL

 Ada dua macam proyeksi paralel : 
     Proyeksi Orthographic 
     Proyeksi Oblique 
 Proyeksi orthographic adalah proyeksi dengan mata tegak lurus terhadap bidang proyeksi 
 Proyeksi Oblique adalah proyeksi dengan mata berada di lokasi yang tidak tegak lurus terhadap bidang proyeksi

PROYEKSI ORTHOGRAPHIC 

 Proyeksi orthographic dibagi menjadi 2 macam : 
     Pandangan Multiview Orthographic 
     Pandangan Axonometric yang dibagi menjadi tiga macam : 
        Isometric : Proyeksi dimana 3 muka dipendekkan dalam ukuran yang sama 
        Dimetric : Proyeksi dimana 2 muka benda dipendekkan dalam ukuran yang sama 
        Trimetric : Proyeksi dimana 2 muka dipendekkan dalam ukuran yang berbeda

PROYEKSI MULTIVIEW ORTHOGRAPHIC
 Proyeksi ini diperoleh dengan menolkan salah satu koordinat sesuai dengan sumbu proyeksi. 
 Terhadap bidang xy : Q(x,y) = P(x,y,z) 
 Terhadap bidang xz : Q(x,z) = P(x,y,z) 
 Terhadap bidang yz : Q(y,z) = P(x,y,z)



PROYEKSI AXONOMETRIC

PROYEKSI OBLIQUE 
 Memproyeksikan ke garis sejajar yang tidak tegak lurus terhadap bidang proyeksi. 
 Dibagi menjadi dua macam 
     Cavalier 
     Cabinet



PROYEKSI PERSPEKTIF 
 Proyeksi perspektif bergantung pada dua variable : lokasi mata dan bidang proyeksi. 


Contoh : 
A = 5 ; B = 9 
dengan t = 0,3 maka r(t) = 9 * (1-0,3) + 5*0,3 = 6,2 
dengan t = 1 maka r(t) = 9 * (1-1) + 5 * 1 = 9


 Dengan bidang proyeksi adalah bidang xy dan titik terletak di sumbu z sejauh E maka titik hasil proyeksi akan z = 0 apabila :
 dengan E > z

Contoh proyeksi perspektif 

Diketahui sebuah benda dengan vertex-vertex dan edge seperti tabel di bawah ini, lakukan proyeksi perspektif jika E terletak di z=10 dan z = 20:



ALGORITHMA CLIPPING COHEN-SUTHERLAND


Clipping
 Clipping adalah metoda untuk hanya menampilkan garis pada area yang visible (terlihat)

Visible dan Invisible Line

 Berdasarkan posisi garis terhadap area gambar maka garis dapat dibedakan menjadi :

 Bagaimana menentukan visible dan invisible line? 
     fully visible : (x1 ≥ xmin) dan (x1 ≤ xmax) 
                              dan (y1 ≥ ymin) dan (y1 ≤ ymax) 
                              dan (x2 ≥ xmin) dan (x2 ≤ xmax) 
                              dan (y2 ≥ ymin) dan (y2 ≤ ymax) 
      partially visible : -- coba sendiri dan anda akan menemukan bahwa tidak mudah melakukan hal tersebut ! --

Algorithma Clipping 
 Berbagai algorithma telah dikembangkan untuk menangani masalah pemotongan garis tersebut, antara lain : 
                     Cyrus-Beck 
                     Cohen-Sutherland

Algorithma Cohen-Sutherland 
 Area gambar dibatasi oleh xmin,xmax, ymin,ymax
 Cohen dan Sutherland memberikan kode kepada tiap area yang mungkin dilewati oleh sebuah garis atau disebut sebagai region code. 




 Region code mempunyai panjang empat bit dan menggunakan urutan sebagai berikut :
T(op) = 1 jika ujung garis berada di atas area gambar selain itu 0 (nol) 
B(ottom) = 1 jika ujung garis berada di bawah area gambar selain itu 0 (nol) 
L(eft) = 1 jika ujung garis berada di kiri area gambar selain itu 0 (nol) 
R(ight) = 1 jika ujung garis berada di kanan area gambar selain itu 0 (nol)

 Sehingga diperoleh region code :
 Garis kemungkinan partially visible atau fully invisible apabila region code dari ujung garis tersebut mempunyai bit bernilai 1

Region Code dari Pa = 0001 
Region Code dari Pb = 0010 

Region Code dari Qc = 1001 
Region Code dari Qd = 0110 

Region Code dari Re = 0100 
Region Code dari Rf = 0000

 Pemotongan (clipping) dilakukan terhadap ujung-ujung garis yang region code berisi bit bernilai 1. 
 Contoh sebelumnya menunjukkan bahwa ujung Pa, Pb, Qc,Qd dan Re yang akan mengalami pemotongan.
Ujung garis Pa 
Region code Pa =1000 
Pa berpotongan dengan garis ymax sehingga menghasilkan titik potong p1 (x1,ymax) 

Ujung garis Pb 
Region code Pb = 0010 
Pb berpotongan dengan garis xmax sehingga menghasilkan titik potong p2 (xmax,y1)

 Dengan menggunakan cara yang sama maka lokasi titik potong untuk tiap area akan sesuai tabel di bawah ini :

 Koordinat titik potong dapat dicari dengan cara :
 Contoh 
• Diketahui : area gambar : (1,2)-(5,5) 
• Ditanyakan :  lokasi titik potong dari garis P (2,1) - (4,6) terhadap area gambar 
                         lokasi titik potong dari garis S (2,6) - (6,3)

m = (y2-y1) / (x2-x1) 
    = (6-1) / (4-2) = 5/2 =2,5 

Ujung garis Pa 
Region code Pa = 0100 
Ujung Pa berpotongan dengan garis ymin sehingga 
 p = x1+(ymin - y1) / m 
 p = 2 + (2 - 1) / 2,5 = 2,4 
Jadi lokasi titik potong 
 p = (2,4;2)



Ujung garis Pb 
Region code Pb = 1000 
Ujung Pb berpotongan dengan garis ymax sehingga 
 q = x1+(ymax - y1) / m 
 q = 2 + (5 - 1) / 2,5 = 3,6 

Jadi lokasi titik potong q = (3,6;5) 
Dengan demikian garis P akan di gambar dari p ke q atau dari (2,4;2) menuju (3,6;5) 



m = (y2-y1) / (x2-x1) 
    = (3-6) / (6-2) = -3/4 = -0,75 

Ujung garis Sa 
Region code Pa = 1000 
Ujung Sa berpotongan dengan garis ymax sehingga 
 p = x1+(ymax - y1) / m 
 p = 2 + (5 - 1) / -0,75 = 3,3 
Jadi lokasi titik potong p = (3,3;5)

Ujung garis Sb 
Region code Sb = 0010 

Ujung Sb berpotongan dengan garis xmax sehingga 
 q = y1+ m * (xmax - x1) 
 q = 6 + (-0,75) * (5 - 2) = 3,75 
Jadi lokasi titik potong q = (5;3,75) 
Dengan demikian garis S akan di gambar dari p ke q atau dari (3,3;5) menuju (5;3,75)

 Untuk ujung-ujung garis dengan region code berisi bit 1 maka ada tiga kemungkinan perpotongan antara garis P dengan area gambar


Apabila ditemukan lebih dari satu titik potong maka pilih titik potong yang paling "dekat" dengan area gambar. 
 Bagaimana pengertian "dekat" didefinisikan?  Tugas anda mendefinisikan pengertian "dekat" tersebut!

 Algorithma Cohen-Sutherland dapat dituliskan sebagai berikut : 

Ambil ujung pertama (Pa) dari garis P rc = Tentukan Region Code dari Pa switch (rc) 
0 : p = Pa 
1 : p = (xmin,yp1) 
2 : p = (xmax,yp2) 
4 : p = (xp2,ymin) 
5 : p1 = (xp2,ymin) ; p2 = (xmin,yp1) 
          = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 
6 : p1 = (xp2,ymin) ; p2 = (xmax,yp2) p 
          = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 
8 : p = (xp1,ymax) 
9 : p1 = (xp1,ymax) ; p2 = (xmin,yp1) p 
          = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 
10 : p1 = (xp2,ymax) ; p2 = (xmin,yp1) p  
            = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2

Ambil ujung kedua (Pb) dari garis P rc = Tentukan Region Code dari Pb switch (rc) 
0 : q = Pb 
1 : q = (xmin,yp1) 
2 : q = (xmax,yp2) 
4 : q = (xp2,ymin) 
5 : p1 = (xp2,ymin) ; p2 = (xmin,yp1) q  
          = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 
6 : p1 = (xp2,ymin) ; p2 = (xmax,yp2) q 
          = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 
8 : p1 = (xp1,ymax) 
9 : p1 = (xp1,ymax) ; p2 = (xmin,yp1) q 
          = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 
10 : p1 = (xp2,ymax) ; p2 = (xmin,yp1) q 
            = Tentukan mana yang lebih dekat antara p1 & p2 Gambar garis dari p menuju q


TRANSFORMASI 2 DIMENSI


TRANSFORMASI

 Metoda untuk memanipulasi lokasi sebuah titik. 
 Ada 3 macam transformasi : 
      Translation (Pergerseran) 
      Scaling (Penskalaan) 
      Rotation (Pemutaran)

TRANSLATION
 Titik A (x,y) digeser sejumlah Trx pada sumbu x dan digeser sejumlah Try pada sumbu y 
 Rumus Umum : Q(x,y) = P(x,y) +Tr 
                                          = P(x+Trx, y+Try)


Contoh : 
Diketahui : A(2,4) digeser sejauh (4,2) 
Ditanya : lokasi hasil pergeseran (A’) 
Jawab : A’ (x,y) = A + Tr 
                          = (2,4) + (4,2) 
                          = (6,6)


SCALING
 Menggunakan asumsi titik pusat (0,0) 
 Lokasi asli dikalikan dengan besaran Sx pada sumbu x dan Sy pada sumbu y 
 Rumus Umum : Q(x,y) = A * S 
                                          = A(x,y) * S(x,y) 
                                          = A(x*Sx , y * Sy )

CONTOH

Diketahui : Titik A (1,1);B (3,1); C(2,2), ketiga titik tersebut diskalakan sebesar Sx = 2 dan Sy = 3 
Ditanyakan : Lokasi titik hasil penskalaan 
Jawab : A’=(1*2, 1*3) = (2,3) 
             B’=(3*2, 1*3) = (6,3) 
             C’=(2*2, 2*3) = (4,6)

ROTASI
 Dari rumus trigonometri diketahui bahwa :


 Dimana r merupakan jarak dari titik asal terhadap titik pusat (0,0). Diketahui pula :
 Sehingga : 

Diketahui : A(1,1);B(3,1);C(2,2) 
Ditanyakan : Rotasikan ketiga titik tersebut sebesar 90 o 
 Jawab : A’=(1*cos 90 - 1*sin 90, 1*cos 90+1*sin 90) =(0 -1,0+1)=( -1,1) 
              B’=(3*cos 90 – 1*sin 90, 1*cos 90 + 3*sin 90) =( -1,3) 
              C’=(2*cos 90 – 2*sin 90, 2 * cos 90 + 2*sin 90) =( -2,2) 



ROTASI / PENSKALAAN PADA SEMBARANG TITIK PUSAT 

 Tahapan untuk melakukan rotasi atau penskalaan dengan sembarang titik pusat (xr , yr ). 
    Lakukan pergeseran sebesar (-xr ,-yr ) 
    Lakukan rotasi atau penskalaan 
    Lakukan pergeseran sebesar (xr ,yr )


 Contoh : 
Diketahui : Titik A(1,1); B(3,1); C(2,3) 
Ditanyakan : Skalakan sebesar (3,3) titik tersebut dengan menggunakan titik pusat (2,2) 
Jawab : a) Pergeseran sebesar (-2,-2) 
             A’=(1-2,1-2) = (-1,-1) 
             B’=(3-2,1-2) = (1,-1) 
             C’=(2-2,3-2) = (0,1)

b) Penskalaan 
         A”= (-1*3,-1*3) = (-3,-3) 
         B”= (1*3,-1*3) = (3,-3) 
         C”= (0*3,1*3) = (0,3) 

c) Pergeseran sebesar (2,2) 
         A”’ = (-3+2,-3+2) = (-1,-1) 
         B”’ = (3+2,-3+2) = (5,-1) 
         C”’ = (0+2,3+2) = (2,5)

TRANSFORMASI MENGGUNAKAN MATRIKS 
 Rumus transformasi juga dapat dinyatakan dengan matriks seperti berikut :
 Sehingga rumus transformasi menjadi :
MATRIKS TRANSFORMASI

CONTOH
 Diketahui : Titik A (2,1) 
 Ditanyakan : Lokasi titik yang baru setelah translasi (2,4) 
 Jawab :
TRANSFORMASI BERTURUT-TURUT 

 Transformasi berturut-turut akan lebih mudah dihitung dengan menggunakan matriks transformasi 
 Rumus Umum : 
Mb= M1 * M2 * M3 *...*Mn 
 Dengan Mb merupakan matrik transformasi baru dan M1 ...Mn merupakan komponen matrik transformasi.

Diketahui : Titik A(1,1);B(3,1);C(2,3) 
Ditanyakan : Lokasi titik yang baru setelah dilakukan transformasi pergeseran (2,3) dan kemudian penskalaan (3,3)
Jawab :


Copyright © 2013 Sulhansubs